Hari Lingkungan Hidup (HLH) sedunia yang jatuh tiap 5 Juni yang tahun ini merupakan HLH ke-49 di tandai khususnya oleh banyak pemerhati lingkungan hidup dari berbagai elemen sebagai alarm bagi umat manusia.
Lingkungan yang baik menjadi salah satu faktor yang sangat mendukung keberlangsungan kehidupan umat manusia.
Bagi warga LDII sendiri menerapkan pelestarian lingkungan hidup sudah lama menjadi himbauan yang diperkuat untuk dilaksanakan. Organisasi masyarakat ini bahkan sejak lama menganjurkan warganya untuk melakukan penanaman mandiri di lingkungan pekarangan keluarga seperti menanam pohon turi, asem,besaran, hingga tanaman jarak.
Gerakan penanaman pohon mandiri di pekarangan keluarga ini bahkan hingga kini masih dilestarikan. Hingga akhirnya berkembang dengan berbagai program atau gerakan lingkungan hidup yang lain semisal pencanangan go green.
Di DPD LDII Jakarta Selatan sendiri menjaga kelestarian lingkungan agar tetap asri juga diwujudkan secara kontinyu dengan menggelar aksi penamanan bibit pohon keras dan buah yang dilakukan di rumah masing-masing warga, minimal satu pohon keras.
“Kegiatan penanaman pohon dilaksanakan di lahan sekolah BIG BOSS (Bina Indonesia Gemilang Boarding School) yang berlokasi di Depok,” jelas Noor Rachmat, Ketua DPD LDII Kota Administrasi Jakarta Selatan.
Selain itu di berbagai majelis taklim yang tersebar di berbagai wilayah PC PAC LDII se-Jakarta Selatan wujud nyata terkecilnya dengan melakukan penghijauan di lahan-lahan yang ada di masjid-masjid binaan LDII.

Ketum DPP LDII Ingatkan Kewajiban Merawat Bumi
Sementara itu dalam keterangan persnya Ketua Umum DPP LDII KH Chriswanto Santoso “Merawat lingkungan adalah tanggung jawab umat manusia sebagai khalifah yang diturunkan di muka bumi oleh Allah.
Manusia dipersilakan memanfaatkan lingkungan dan alam sekitarnya, untuk kesejahteraannya tapi memeliharanya juga menjadi kewajiban,” ujarnya.
Menurut KH Chriswanto, lingkungan merupakan pendukung kehidupan di muka bumi. Kerusakan ekosistem akan menjadi petaka bagi siapapun yang berada dalam lingkup ekosistem itu. Menurutnya, umat manusia harus berupaya keras menjaga lingkungan agar bumi yang satu ini, tetap bisa menjadi rumah tinggal yang nyaman bagi umat manusia.
“Sebagai umat Islam kita wajib bersyukur karena Allah SWT yang telah menciptakan bumi yang indah ini sebagai tempat tinggal manusia. Untuk itu, merawat lingkungan adalah keniscayaan,” ujarnya. KH Chriswanto meyakini ada hubungan timbal balik antara manusia dengan lingkungan, “Kita menjaga bumi, maka bumi menjaga kita,” ujarnya. Ia mengatakan LDII sangat mendukung semangat Hari Lingkungan Hidup (HLH) tahun 2021, yaitu “Generasi Restorasi.”
Untuk itu, LDII sejak lama terus berusaha mewujudkan sumber daya manusia (SDM) profesional religius yang berwawasan lingkungan. Kiprah LDII di bidang lingkungan dapat dilihat dari gerakan Go Green sejak 2008, yang dicetuskan di Jawa Timur bekerja sama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur.
“Gerakan itu terus berlanjut hingga kini, dengan menanam 3,5 juta lebih pohon dengan angka kematian mencapai 7 persen,” ujar KH Chriswanto. Selain itu, LDII berupaya mengembangkan pemanfaatan energi terbarukan, dengan menggunakan sel surya untuk mencukupi kebutuhan listrik di Ponpes Wali Barokah, Kediri, Jawa Timur.
Mengolah limbah juga diupayakan di pesantren yang dinaungi LDII. Di Pesantren Minhajusshobirin, Jakarta Timur, bekas air wudlu dimanfaatkan sebagai bahan dasar aquaponik, “Akuaponik merupakan sistem pertanian berkelanjutan, sehingga kebutuhan lauk berupa ikan dan sayuran dapat dicukupi secara mandiri,” ujar KH Chriswanto.
Pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan menjadi salah satu program kerja unggulan LDII. Ketua DPP LDII Sudarsono yang juga Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB), menyatakan untuk menyambut Hari Lingkungan Hidup Sedunia, pihaknya akan melaksanakan berbagai kegiatan.
“Seluruh kegiatan tersebut dihelat pada Juni, seperti kampanye di media sosial tentang Hari Lingkungan Hidup,” ujarnya. Menurutnya kegiatan itu tak sekadar meriah di media sosial, menurut Sudarsono, bulan Juni juga jadi pencanangan Gerakan Sadar Lingkungan, _soft launching_ Kader Gemilang (Generasi Muda Bela Lingkungan) LDII, dan Webinar Penanganan Sampah Rumah Tangga pada era pandemi Covid 19. Semuanya akan dilaksanakan dalam bulan Juni 2021.
DPP LDII berharap, pada masa depan Kader Gemilang LDII menjadi agen perubahan dalam mengatasi masalah lingkungan, “Untuk itu, Kader Gemilang LDII akan dilatih secara berkelanjutan melalui rangkaian kegiatan yang berkaitan dengan penanggulangan masalah lingkungan bekerja sama dengan pemangku kepentingan terkait,” ujarnya.
Di sisi lain, Ketua Departemen Litbang, IPTEK, Sumberdaya Alam dan Lingkungan (LISDAL) yang juga Guru Besar Fakultas Kehutanan IPB, Sri Wilarso, mengatakan pandemi Covid-19 secara tidak langsung membawa dampak positif bagi lingkungan makro. Di antaranya, pemulihan lingkungan yang terlalu padat oleh lalu lalang manusia.
“Namun isu penting terkait pandemi Covid-19, adalah penanganan limbah di tingkat rumah tangga. Bagaimana _best practice_ penanganan limbah terkait Covid-19 akan dibahas dalam webinar LDII dalam rangka HLH 2021,”ujarnya.
Sesuai tagar HLH 2021 #GenerasiRestorasi, LDII menyambutnya dengan gerakan sadar lingkungan pada bulan Juni, “Gerakan ini dilakukan di seluruh jajaran organisasi LDII di seluruh Indonesia dengan melaksanakan berbagai kegiatan antara lain menanam pohon, penanganan sampah rumah tangga sesuai kondisi setempat,” imbuhnya. (*)