Peringati Hari Sumpah Pemuda, DPD LDII Jaksel Hadiri Undangan Parade Budaya Nusantara

Jakarta (30/10). Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda, DPD LDII Jakarta Selatan menghadiri acara Parade Budaya Nusantara yang diselenggarakan oleh Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Jakarta Selatan. Acara dilaksanakan pada hari Sabtu (29/10) di Kantor Walikota Jakarta Selatan.

Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Jakarta Selatan, dengan Ketuanya H. Fahmi Assegaf merupakan wadah yang dibentuk untuk membantu proses pelaksanaan kegiatan integrasi anggota masyarakat dari berbagai ras, suku, etnis, melalui interaksi sosial dalam bidang bahasa, adat istiadat, seni budaya, pendidkan, dan perekonomian untuk mewujudkan kebangsaan Indonesia tanpa harus menghilangkan identitas ras, suku, dan etnis yang ada dalam kerangka NKRI.

Melalui acara Parade Budaya Nusantara, FPK Jaksel tidak hanya mengundang DPD LDII Jaksel, tetapi juga mengundang Kaban Kesbangpol DKI Jakarta, Walikota Jaksel, Kasuban Kesbangpol Jaksel.

Wanhat DPD LDII Jaksel Eddy Supriyadi yang hadir di acara tersebut menekankan agar generasi penerus terus meningkatkan rasa empatinya terhadap kepentingan bangsa dan negara. “Perlunya penguatan di semua lini, dan seluruh elemen bangsa untuk rukun kompak bekerjasama yang baik, bergotong royong dalam lingkungan masyarakat, lingkungan pondok pesantren, beserta lembaga keswadayan masyarakat. Para pemuda generasi penerus harus meningkatkan empati terhadap kepentingan bangsa dan negara dengan menuju masyarakat yang berpancasila dalam bingkai bhenika tunggal ika,” ujarnya.

Ia juga menambahkan, bahwa dimomen memperingati Hari Sumpah Pemuda ini agar kita semua termasuk pemuda-pemudi memiliki tekad dan semangat dalam menasionalisasikan diri.

Sementara Ketua DPD LDII Jakarta Selatan, Mulyono dalam kesempatannya mengatakan, “Momen Sumpah Pemuda yang terjadi 28 Oktober 1928, di Gedung Sumpah Pemuda jalan kramat no 106, Jakarta. Dimana para putra dan putri Indonesia bersatu mengikarkan diri tumpah darah yang satu tanah air Indonesia, berbangsa yang satu bangsa Indonesia dan berbahasa yang satu bahasa Indonesia. Hal itu merupakan sebuah tekad dan semangat para pemuda-pemudi dalam menasionalisasikan diri. Untuk itu mari bersama untuk bertumbuh kembang, transfusi darah dan tetap semangat. Sumpah pemuda ini menjadi sebuah kepedulian terhadap ikrar persatuan, menjadi pemahaman wawasan kebangsaan yang benar dengan berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, sehingga harapannya tidak terjadi pengeroposan serta perubahan yang tidak sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945,” terangnya.

Sehubungan dengan Sumpah Pemuda tahun ini , Guru Besar Ilmu Sejarah Universitas Diponegoro, Singgih Tri Sulistiyono, melalui pertemuan di MABES TNI Jakarta pada Kamis (27/10), mengatakan Sumpah Pemuda merupakan perjanjian luhur, sehingga generasi pemuda saat ini harus memiliki jiwa semangat dalam mewujudkan cita-cita bangsa sesuai UUD 1945. “Masa depan Indonesia tergantung dari cara berpikir generasi muda terhadap jiwa dan semangat dari Sumpah Pemuda,” ujarnya.

Pada pertemuan tersebut juga, Ketua Umum DPP LDII KH Chriswanto Santoso, untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda memberikan pesan bahwa semua elemen harus mengingat arti pesan dari Sumpah Pemuda, sehingga dapat membantu pemerintah. “Pemerintah tentu butuh masukan. Hari ini, masukan dan kritik sangat diperlukan, tapi juga yang terpenting adalah solusi. Ormas bisa membantu pemerintah, dengan mengisi ruang-ruang yang tak tersentuh pembangunan. Itulah konsep masyarakat madani, di mana rakyat aktif membantu dan bersinergi dengan pemerintah,” tuturnya. (kim)

Artikel Terkait