LDII Jaksel Gelar Pengajian Akbar Wanita di Hari Ibu, Angkat Tema Hukum Haid dan Pentingnya Bersyukur

Jaksel (22/12). Pengajian akbar wanita LDII sukses digelar di Gedung Serbaguna BIM (GSG BIM), Bintaro Jaya pada Minggu, 22 Desember 2024. Acara yang diselenggarakan secara hibrid ini dihadiri oleh ratusan peserta ibu-ibu dan remaja putri, baik secara langsung maupun online dari majelis taklim di 10 PC dan 40 PAC LDII.

Mengangkat tema “Dalil-Dalil bab Haid, Nifas dan Istihadoh”, pengajian ini menghadirkan dua pemateri dari Departemen PPKK ( Pemberdayaan Perempuan dan Kesejahteraan Keluarga) DPP LDII yaitu Hj. Herawati dan Hj. Maria Ulfa.

Hj. Herawati menyampaikan materi tentang hukum-hukum terkait haid, nifas, dan istihadoh berdasarkan dalil-dalil yang sahih. Sementara itu, Hj. Maria Ulfa memberikan nasihat agama dengan fokus pada pentingnya bersyukur dan membangun kedekatan dengan anak.

Dalam nasihatnya, Hj. Maria Ulfa menekankan pentingnya meneladani Nabi Muhammad SAW dalam bersyukur, yaitu dengan meningkatkan amal ibadah. Ia juga mengingatkan bahwa Allah SWT menjamin rezeki bagi hamba-Nya yang beribadah dan memprioritaskan urusan akhirat.

Kegiatan pengajian akbar di hari Ibu diikuti ratusan peserta dari sejumlah PC PAC LDII Jaksel baik secara daring maupun luring. Tampak pula peserta pengajian wanita dari PAC Cipedak mengikuti secara online di Masjid Al Firdaus, Cipedak Jagakarsa Jakarta Selatan.

“Di tahun 2025 ini, tingkatkan kedekatan dengan anak-anak kita. Jadilah tempat curhat dan teladan bagi mereka agar menjadi anak yang sholeh dan sholehah,” pesan Hj. Maria Ulfa.

Peserta pengajian menyambut antusias materi yang disampaikan. Irmawati, salah satu peserta dari PC Cipedak, Jagakarsa, menyampaikan bahwa materi ini sangat bermanfaat dan menambah pemahamannya tentang hukum-hukum agama, khususnya tentang haid, nifas, dan istihadoh.

Ketua DPD LDII Jakarta Selatan, Mulyono menyampaikan dengan pengajian ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan pengamalan agama bagi para wanita LDII, khususnya untuk meningkatkan pemahaman hukum haid dan mendukung peran wanita dalam keluarga. (*)

Artikel Terkait