Cegah Euforia Berlebihan, Generasi Muda LDII Pondok Labu Awali 2026 dengan Pengajian dan Pembinaan Karakter

Jakarta Selatan (31/12). Mengisi malam pergantian tahun dengan aktivitas produktif, Pimpinan Anak Cabang (PAC) LDII Pondok Labu menggelar “Pengajian Akhir Tahun 2025” di Masjid Baiturrahim, Jakarta Selatan. Kegiatan ini diikuti oleh puluhan generasi muda, mulai dari usia sekolah dasar hingga usia pra-nikah, sebagai langkah preventif terhadap pengaruh negatif perayaan malam tahun baru.

Acara yang berlangsung sejak Rabu malam (31/12/2025) hingga Kamis pagi (1/1/2026) ini bertujuan membentengi moral generasi muda sekaligus mempererat silaturahim antarwarga. Fokus utama kegiatan ini adalah membentuk karakter pemuda yang religius, mandiri, dan memiliki kepedulian sosial tinggi.

Kombinasi Materi Spiritual dan Keakraban
Rangkaian acara dibuka dengan penyampaian materi agama oleh mubaligh muda dan senior. Salah satu agenda utama adalah refleksi akhir tahun yang disampaikan oleh Ustadz Candra. Dalam sesi tersebut, para peserta diajak mengevaluasi pencapaian spiritual selama setahun terakhir dan menyusun rencana positif untuk tahun 2026.

Tidak hanya fokus pada pendalaman agama, panitia juga mengemas acara dengan sisi humanis melalui sesi ice breaking dan permainan keakraban. Puncak kebersamaan terjadi saat sesi makan bersama, di mana para pemuda bahu-membahu menyiapkan hidangan bakar-bakaran dan es buah.

Selepas tengah malam, rangkaian kegiatan berlanjut pada dimensi spiritual yang lebih dalam, meliputi salat Tahajud berjamaah, doa bersama untuk bangsa, hingga salat Subuh.

Membangun SDM Profesional Religius
Ketua PAC LDII Pondok Labu, Hasbi Muhti, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan komitmen organisasi dalam menjaga lingkungan pergaulan yang sehat bagi anak muda.

“Kami ingin menjauhkan generasi muda dari euforia jalanan yang tidak produktif. Fokus kami adalah mengajak mereka ke masjid untuk ‘ngaji’, memperkuat rukun kompak, dan membangun karakter yang mandiri,” ujar Hasbi Muhti dalam keterangannya.

Ia menambahkan bahwa kegiatan ini selaras dengan visi LDII untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) yang ‘Profesional Religius’. Kehadiran peserta dari berbagai jenjang usia menunjukkan keberlanjutan pembinaan karakter yang dilakukan secara berjenjang di tingkat PAC.

“Melihat antusiasme anak-anak dari usia SD hingga pra-nikah yang bekerja sama, kami optimis masa depan bangsa akan diisi oleh pemuda yang memiliki integritas moral yang kuat,” lanjutnya.

Kegiatan Fisik dan Aksi Lingkungan
Memasuki pagi hari pertama di tahun 2026, energi peserta tetap terjaga dengan sesi nasihat dari Ustadz Tommy dan Wanhat Arif. Acara kemudian ditutup dengan aktivitas fisik berupa turnamen sepak bola “Trofeo Cup Desa Pondok Labu” untuk pria dan senam pagi bagi peserta wanita.

Sebagai penutup, seluruh peserta melakukan aksi bersih-bersih lingkungan Masjid Baiturrahim secara gotong royong. Hal ini mencerminkan nilai kemandirian dan kepedulian lingkungan yang menjadi salah satu pilar pembinaan warga LDII. (*)

Artikel Terkait