LDII Pondok Labu Gelar Seminar Kesehatan Gratis, Ajak Warga Terapkan Pola Hidup Sehat

Seminar Kesehatan Gratis Pondok Labu

.
JAKARTA SELATAN — Pengurus Anak Cabang (PAC) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Pondok Labu menggelar seminar kesehatan gratis bertajuk “Kenali & Sayangi Tubuh Kita” di Masjid Baiturrohim, Jalan Swakarya Bawah RT 06/RW 09, Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan, Sabtu (27/6/2026). Kegiatan tersebut bertujuan mendorong masyarakat menerapkan pola hidup sehat sebagai bagian dari ikhtiar mencegah penyakit.

Seminar yang diselenggarakan bersama Yayasan Abdurrohim Jam’ani dan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Baiturrohim itu diikuti sekitar 70 peserta, terdiri atas bapak-bapak dan ibu-ibu dari DKM Baiturrohim serta DKM binaan LDII se-PAC Pondok Labu. Hadir pula jajaran Pengurus PAC LDII Pondok Labu dan Wakil Dewan Penasihat PC LDII Cilandak.

Bertindak sebagai narasumber, praktisi sekaligus instruktur kebugaran Winny Kartika memaparkan pentingnya mengenali kondisi tubuh, menjaga pola makan, memenuhi kebutuhan protein, membangun gaya hidup aktif, serta menerapkan kebiasaan sehat untuk mencegah penyakit.

Selain pemaparan materi, peserta berkesempatan berdiskusi langsung dalam sesi tanya jawab interaktif serta memperoleh layanan konsultasi kesehatan gratis di luar agenda utama. Para peserta tampak aktif menanyakan pola makan, aktivitas fisik, kebutuhan nutrisi berdasarkan usia, hingga langkah sederhana menjaga kebugaran di tengah kesibukan sehari-hari.

Acara berlangsung tertib dan penuh antusiasme, mulai dari pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, perkenalan narasumber, pemaparan materi, sesi diskusi, hingga penutupan.

Membangun Kesadaran Hidup Sehat

Ketua PAC LDII Pondok Labu, Hasbi Muhti, menyatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen LDII membangun masyarakat yang sehat secara jasmani sekaligus mendukung kualitas ibadah dan kehidupan sosial.

“Kami ingin mengajak masyarakat memahami bahwa menjaga kesehatan merupakan bagian dari ikhtiar dan rasa syukur kepada Allah SWT atas nikmat tubuh yang dianugerahkan. Tubuh yang sehat menjadi modal penting untuk beribadah, bekerja, membina keluarga, dan memberikan manfaat bagi sesama,” ujarnya.

Menurut Hasbi, edukasi kesehatan menjadi kebutuhan masyarakat saat ini karena banyak penyakit sebenarnya dapat dicegah melalui perubahan gaya hidup. Ia berharap ilmu yang diperoleh peserta tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi diterapkan dalam keseharian.

“Mulailah dari diri sendiri, kemudian diterapkan dalam keluarga, dan selanjutnya menjadi budaya hidup sehat di lingkungan masyarakat,” katanya.

Hasbi menambahkan, tingginya antusiasme peserta menunjukkan program edukasi kesehatan berbasis masyarakat masih sangat dibutuhkan. Ke depan, PAC LDII Pondok Labu berencana menggelar seminar lanjutan mengenai gizi keluarga, pencegahan penyakit tidak menular, kesehatan lansia, kesehatan mental, olahraga sesuai usia, hingga pemeriksaan kesehatan berkala.

“Kami akan terus bersinergi dengan berbagai pihak untuk menghadirkan kegiatan yang bermanfaat agar dampaknya semakin luas dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Tubuh Sehat sebagai Investasi Jangka Panjang

Melalui seminar ini, peserta diajak memandang tubuh yang sehat sebagai investasi jangka panjang yang perlu dijaga melalui kebiasaan baik sejak dini, bukan sekadar diperhatikan saat penyakit datang.

Narasumber Winny Kartika mengapresiasi antusiasme peserta yang aktif mengikuti seluruh rangkaian seminar. Menurutnya, keterbukaan peserta untuk belajar mencerminkan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya hidup sehat.

“Saya melihat peserta sangat terbuka untuk belajar. Ini menunjukkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya hidup sehat semakin meningkat,” tuturnya. (*)

Artikel Terkait