Jakarta Selatan (7/9). Sebanyak 600an ibu-ibu warga LDII Jakarta Selatan (LDII Jaksel) menghadiri pengajian rutin yang digelar Dewan Pimpinan Daerah (DPD) LDII Jakarta Selatan di Masjid Jami’ Baitul Hasan, Jagakarsa, Minggu pagi (7/9).
Acara yang berlangsung sejak pukul 08.30 hingga 11.00 WIB ini diawali dengan pembukaan, pembacaan dalil Al-Qur’an dan Hadits oleh Hajjah. Nani, sambutan dari Kapolsek Jagakarsa, hingga tausyiah tentang “29 Karakter Luhur ” yang disampaikan KH. Aceng Karimullah (Wanhat DPD LDII Jaksel). Pengajian ditutup dengan doa bersama penuh khidmat.
Kapolsek Jagakarsa, Kompol Nurma Dewi, S.H., dalam sambutannya mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh berita bohong (hoaks), menghindari ajakan demonstrasi yang melibatkan anak-anak, serta menjaga keluarga dari tindak kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Kapolsek juga memberi apresiasi pada warga LDII Jaksel yang menjaga disiplin dan ketertiban selama acara. “Saya melihat warga pengajian LDII tertib, tidak merokok, serta menata sandal dengan rapi menghadap keluar masjid. Ini ciri khas yang patut diteladani,” ujarnya.
Ketua DPD LDII Jakarta Selatan, Mulyono, menegaskan bahwa kegiatan pengajian ini merupakan bagian dari program pembinaan keilmuan yang disesuaikan dengan jenjang usia dan kebutuhan warga. “Di LDII ada pengajian anak-anak yang disebut pengajian cabe rawit, ada pengajian remaja, pengajian pasutri, pengajian keputrian, hingga pengajian lansia. Kali ini yang digelar adalah pengajian untuk ibu-ibu. Dengan pengelompokan seperti ini, materi bisa lebih tepat sasaran dan manfaatnya langsung dirasakan,” jelas Mulyono.

Panitia pengajian LDII Jakarta Selatan menyiapkan materi berupa lembaran dalil-dalil Al-Qur’an dan Hadits untuk dibagikan kepada peserta. Hal ini dilakukan agar ibu-ibu peserta pengajian dapat membawa pulang bekal ilmu yang bisa dipelajari kembali di rumah serta diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan pengajian rutin ini menjadi bagian dari komitmen LDII Jaksel dalam mendukung pembinaan umat, mendorong peran ibu-ibu dalam menjaga keharmonisan keluarga, serta memperkuat lingkungan yang religius dan berakhlak mulia.(*)