LDII Jaksel Ingatkan Generasi Muda Bahaya Perilaku LGBT

DPD LDII Jakarta Selatan berkolaborasi dengan Gentana (Generasi Jakarta Selatan LDII ) menggelar pengajian akbar Jilid 1 sekaligus sosialisasi dan edukasi mengenai “Membuka Wawasan terhadap Perilaku LGBT serta Bahayanya bagi Generus Bangsa.” Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Minggu (5/5) di Masjid Baitul Hasan, Lenteng Agung, Jakarta Selatan.

Acara ini turut mengundang dr. Lutfhi Hardiyanto, pH.D, Sp. And dan Dra. Nana Maznah Prasetyo, M.Si sebagai pemateri. Dalam pemaparan materi tersebut, keduanya memberikan penjelasan beberapa cara bagaimana menyikapi perilaku Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) di lingkungan sekitar, bahaya dari perilaku LGBT, serta cara mengenali diri sendiri apakah terdampak LGBT atau tidak.

dr. Lutfhi Hardiyanto ldii

Menurut dr. Lutfhi Hardiyanto apabila seseorang yang terindikasi perilaku LGBT kehidupan dan moralnya akan rusak. Efek buruk dari perilaku LGBT salah satunya seseorang akan terpapar penyakit HIV dan AIDS yang dapat menyebabkan kematian. Sehingga perilaku LGBT harus dicegah sedini agar tidak melekat pada dirinya ketika sudah beranjak dewasa.

“Seseorang bisa tersimulasi perilaku LGBT sejak dalam rahim, namun perilaku LGBT seseorang terbentuk itu bergantung pada keadaan atau lingkungan. Kita harus mengenali ciri-cirinya, misal anak kecil laki-laki inginnya menggunakan baju perempuan atau jalannya lenggak-lenggok, maka untuk mencegah hal itu harus diarahkan yang sesuai, seperti anak laki-laki jalannya harus tegap, mainannya sesuai dengan jenis kelamin, misal anak laki-laki diberikan mainan mobil-mobilan atau robot-robotan, begitu juga dengan anak perempuan,” jelasnya.

Peran keluarga dalam mencegah perilaku LGBT pun sangat dibutuhkan, “Keluarga dapat membantu dalam membina mental anak, mengarahkan kehidupan anak, membuat anak mandiri di luar namun tidak terpengaruh, sehingga khususnya kedua orang tua harus solid dalam mendidik anak agar ketika keluar dari rumah sudah siap mental,” ungkap dr. Lutfhi Hardiyanto.

Selain itu, dr. Lutfhi juga menyampaikan bahwa pola makan seseorang dapat mempengaruhi perilaku LGBT meskipun tidak secara langsung, kecuali hal yang berhubungan dengan hormon-hormon tertentu.

“Seorang laki-laki yang banyak mengkonsumsi kolestrol, biasanya akan meningkatkan hormon tertentu untuk akrasi secara manusiawi, dimana laki-laki lebih suka mengeksplore kelaki-lakiannya, namun ini tidak memberikan pengaruh secara langsung begitu juga dengan perempuan,” tambahnya.

Nana Maznah Prasetyo

Senada dengan dr. Lutfhi, Nana Maznah Prasetyo yang juga pakar Psikologi Pendidikan, Konselor Keluarga, dan anggota Departemen Pendidikan Umum dan Pelatihan DPP LDII menjelaskan, bahwa perkembangan perilaku LGBT dapat terjadi secara alami.

“LGBT merupakan perilaku penyimpangan seksual. Selain faktor lingkungan, perilaku LGBT juga dapat terjadi secara alami atau faktor biologis, karena adanya kelainan genetik yang dipengaruhi oleh jumlah hormon yang tidak seimbang dalam tubuh seseorang sehingga berpengaruh pada pemikiran, persaan, dan perilakunya,” jelas Nana.

Menurut Nana juga, sebagai generasi muda harus memahami batasan diri atau dapat mengontrol diri sendiri dengan saling menghormati hal-hal pribadi seseorang, sehingga tidak mudah terpengaruh sesuatu yang negatif.

“Lingkungan sosial termasuk salah satu faktor pendorong seseorang untuk bertindak diluar batasnya, khususnya generasi muda dengan tingkat penasaran akan hal baru. Generasi muda harus paham akan batasan diri dengan membentuk ruang pribadi untuk dirinya sehingga orang lain tidak akan bisa mengendalikannya,” imbuh Nana.

Disamping itu, Wanhat DPD LDII Jakarta Selatan Syamsul Hilal yang turut hadir menyampaikan kegiatan ini merupakan pembinaan LDII terhadap generasi muda agar terjerumus dengan perilaku yang menyimpang. “Kedepannya juga kami akan mengikut sertakan para orangtua, sebab peran orangtua dalam membentuk karakter seorang anak sangat penting,” ungkapnya.

Kegiatan ini juga diharapkan mampu membantu generasi muda untuk mengenal lebih dalam tentang dirinya, “Serta paham bahwa pergaulan yang salah dapat memberikan dampak yang buruk bagi kehidupannya. Selain itu agar generasi muda juga lebih waspada dan sadar terhadap lingkungan sekitar,” tutup Hj. Eeng Faturrahman Dewan Pembina Gentana LDII Jakarta Selatan. (*Kim/ Eva).

Artikel Terkait