Jakarta Selatan (5/7). Sebagai bentuk penghormatan kepada warga lanjut usia (lansia), Pengurus Anak Cabang (PAC) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Pondok Labu menggelar program Anjangsana Warga Usia Istimewa, Sabtu (4/7/2026). Diikuti oleh 44 peserta, kegiatan ini dikemas dalam bentuk wisata religi dan silaturahim ke sejumlah pusat dakwah.
Dalam lingkungan LDII, istilah “Usia Istimewa” disematkan sebagai wujud takzim atas pengalaman, keteladanan, serta kontribusi para lansia dalam keluarga, masyarakat, dan syiar agama. Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana untuk menjaga semangat beribadah, mempererat ukhuwah Islamiyah, dan meningkatkan kualitas hidup para peserta di usia senja.
Rombongan wisata religi memulai perjalanan dari kawasan Pondok Labu menuju Grand Ballroom Masjid Minhajurrosyidin di Pondok Gede. Perjalanan kemudian dilanjutkan dengan mengunjungi Gedung Pengurus Besar Persinas ASAD, dan ditutup dengan anjangsana ke Kompleks Sumber Barokah di Kabupaten Karawang, Jawa Barat.
Ketua PAC LDII Pondok Labu, Hasbi Muhti, menjelaskan bahwa perhatian kepada warga Usia Istimewa merupakan implementasi ajaran Islam dalam memuliakan orang tua.
“Usia Istimewa adalah fase kehidupan yang penuh kemuliaan. Di dalamnya tersimpan pengalaman, kebijaksanaan, dan keteladanan yang menjadi cahaya bagi generasi penerus,” ujar Hasbi.
Menurutnya, sudah menjadi tanggung jawab bersama untuk menghadirkan perhatian dan penghormatan yang tulus. “Kami berharap kegiatan ini menjadi wasilah untuk mempererat silaturahim, memperkuat rasa syukur, serta menumbuhkan semangat beramal saleh hingga akhir hayat,” tambahnya.
Hasbi menyebutkan bahwa inisiatif ini juga selaras dengan penerapan 29 Karakter Luhur LDII, di antaranya meliputi nilai kerukunan, kekompakan, kerja sama, saling menghormati, dan kepedulian antargenerasi. Masyarakat yang harmonis, kata dia, lahir dari budaya menghormati orang tua.
Antusiasme para peserta mendapat apresiasi dari Dewan Pembina Pimpinan Cabang (PC) LDII Cilandak, Arifianto. Ia menilai kegiatan ini membuktikan bahwa silaturahim dapat menghadirkan kebahagiaan dan menjaga semangat hidup.
“Usia Istimewa bukanlah masa untuk berhenti berkarya dalam kebaikan, melainkan masa terbaik untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT. Semoga kepedulian terhadap warga Usia Istimewa ini terus menjadi budaya yang diwariskan kepada generasi muda,” tutur Arifianto.

Sepanjang rangkaian acara, para peserta tidak hanya bersilaturahim, tetapi juga berkesempatan mengenal lebih dekat berbagai sarana pendidikan di bawah naungan LDII. Kebersamaan dan keceriaan yang terbangun diharapkan menjadi energi positif bagi para lansia.
Program Anjangsana ini menjadi pengingat bahwa memuliakan orang tua adalah investasi sosial dan spiritual untuk mewujudkan masyarakat yang harmonis dan berakhlak mulia. Hal ini sejalan dengan sabda Rasulullah SAW: “Bukan termasuk golongan kami orang yang tidak menyayangi yang muda dan tidak menghormati yang tua” (HR. Ahmad dan At-Tirmidzi).