Jakarta Selatan (10/8). Puluhan anak usia dini atau yang akrab disapa “caberawit” (anak usia Sekolah Dasar) menunjukkan semangat yang luar biasa saat mengikuti latihan rutin pencak silat Persinas ASAD. Bertempat di Lahan Serbaguna Masjid Baiturrohim, Jalan Pinang Raya, Pondok Labu, Jakarta Selatan, kegiatan pembinaan karakter melalui seni bela diri ini digelar pada Sabtu (9/8/2025) sore.
Sebanyak 30 peserta, yang merupakan binaan dari Majelis Ta’lim setempat, dengan tertib mengikuti setiap arahan dari para pelatih. Mengenakan seragam hijau khas perguruan, para pesilat cilik dari tingkatan sabuk putih ini memulai latihan pada pukul 16.00 WIB dan menyelesaikannya dengan penuh antusiasme pada pukul 17.30 WIB.
Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Pondok Labu, Hasbie Muhti, menyatakan bahwa kegiatan ini memiliki tujuan yang lebih luas dari sekadar aktivitas fisik.
“Latihan rutin ini tidak hanya melatih fisik, tetapi juga membentuk karakter, disiplin, dan rasa persaudaraan di antara peserta Cabe Rawit,” ujar Hasbie di sela-sela kegiatan.
Menurutnya, menanamkan nilai-nilai positif sejak dini melalui kegiatan yang menyenangkan seperti pencak silat adalah investasi penting untuk masa depan generasi penerus.
Rangkaian latihan dirancang secara sistematis untuk memastikan para peserta mendapatkan manfaat maksimal. Dimulai dengan apel pembukaan, sesi dilanjutkan dengan pemanasan dan peregangan untuk mempersiapkan fisik anak-anak. Materi utama mencakup latihan teknik dasar dan pengenalan jurus-jurus pencak silat.
Di akhir sesi, para pelatih memberikan evaluasi gerakan serta pembinaan mental untuk meningkatkan kepercayaan diri dan pemahaman teknik para peserta. Suasana kebersamaan dan kekompakan sangat terasa, terutama saat kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama yang penuh semangat.
Kegiatan yang dilaksanakan setiap hari Sabtu ini merupakan bagian dari program pembinaan rutin Persinas ASAD. Tujuannya jelas: meningkatkan keterampilan teknik bela diri, menanamkan kedisiplinan dan sportivitas, serta mempererat ikatan antaranggota.
Dengan adanya kegiatan positif seperti ini, diharapkan dapat lahir generasi muda yang tidak hanya sehat secara jasmani, tetapi juga memiliki karakter yang kuat, disiplin, dan berbudi luhur, sesuai dengan nilai-nilai pencak silat sebagai warisan budaya bangsa. (*/hasbie)