Tanamkan Integritas dan Sopan Santun, PAC LDII Cipedak Gembleng Generasi Muda Lewat Asrama Liburan

Jakarta Selatan (22/12). Pimpinan Anak Cabang (PAC) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Cipedak memanfaatkan momentum libur sekolah semester ganjil dengan menggelar kegiatan edukatif bertajuk “Asrama Liburan Generus Cipedak”. Kegiatan ini dipusatkan di Masjid Al Firdaus, Cipedak, Jakarta Selatan, mulai Senin (22/12/2025) hingga Jumat (26/12/2025).

Diikuti oleh seluruh generasi penerus (generus) mulai dari usia PAUD/Sekolah Dasar (caberawit) hingga remaja dewasa, kegiatan ini bertujuan membentuk karakter unggul di tengah tantangan pergaulan remaja yang semakin kompleks.

Ketua Panitia Pelaksana, Dicky Firdaus Kurniawan, menjelaskan bahwa fokus utama asrama ini adalah penanaman “29 Karakter Luhur”. Ini merupakan kurikulum pembinaan karakter khas LDII yang dirancang untuk mencetak individu yang religius sekaligus memiliki kesalehan sosial.

“Kami ingin mengisi waktu libur anak-anak dengan kegiatan yang tidak hanya menyenangkan, tapi juga membangun pondasi mental mereka. Penekanan kami ada pada 29 karakter luhur yang diaplikasikan langsung selama asrama,” ujar Dicky di lokasi kegiatan, Senin (22/12).

Dicky memaparkan, 29 karakter luhur tersebut mencakup nilai-nilai mendasar yang sangat dibutuhkan bangsa saat ini. Beberapa poin utama yang diajarkan antara lain adalah Sifat Jujur dan Amanah (dapat dipercaya), Rukun dan Kompak dalam pergaulan, serta Kerjasama yang Baik.

“Selain itu, kami juga menanamkan karakter Hormat kepada Orang Tua dan Guru, Disiplin, Mandiri, serta Bijaksana dalam bertindak. Jadi, anak-anak tidak hanya diajarkan mengaji, tetapi juga bagaimana beretika, bertanggung jawab terhadap tugas, dan memiliki empati terhadap sesama,” tambah Dicky.

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00 WIB hingga waktu Dzuhur ini merupakan hasil kesepakatan Dewan Guru dan Dewan Penasihat (Wanhat) PAC LDII Cipedak. Metode pengajaran dibuat interaktif agar para peserta dapat menyerap nilai-nilai tersebut dengan gembira tanpa merasa digurui.

Melalui pendalaman materi ini, pihak penyelenggara berharap para generus Cipedak dapat menjadi agen perubahan yang membawa kesejukan dan dampak positif di lingkungan masyarakat.

“Harapan kami, sepulang dari asrama ini, 29 karakter tersebut bisa menjadi kebiasaan atau habit. Mereka menjadi anak yang luhur budi pekertinya, rukun dengan temannya, dan patuh pada orang tuanya,” tutup Dicky. (*)

Artikel Terkait