LDII dan TNI bersinergi untuk menjaga stabilitas negara

Jakarta (28/10). Ketika bertemu dengan LDII, Aster Panglima TNI menegaskan bahwa menjaga stabilitas negara adalah tanggung jawab bersama yang penting. Dalam kunjungan DPP LDII ke Asisten Teritorial (Aster) Panglima TNI Mayjen TNI Mochamad Syafei Kasno di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta menjelang Rakernas 2023, Mayjen TNI Syafei menyatakan bahwa organisasi Islam memiliki peran krusial dalam menjaga stabilitas negara, dan ini merupakan tanggung jawab semua warga negara.

Dia mengungkapkan, “Negara ini sangat membutuhkan kontribusi dari seluruh komponen bangsa, terutama organisasi keagamaan seperti LDII, untuk bekerja bersama-sama guna meningkatkan kesejahteraan rakyat dan memperkuat kedaulatan negara.”

Mayjen TNI Syafei juga menegaskan bahwa kolaborasi antara TNI dan organisasi keagamaan, termasuk ormas Islam, bukan hanya terjadi menjelang Pemilu 2024, melainkan sudah berlangsung sejak lama. “Hubungan kerja sama antara ormas Islam dan TNI telah berjalan sejak masa TKR, jadi ini bukan hanya terbatas pada periode menjelang pemilu,” tambahnya.

Dalam pertemuan itu, ia menyebut, kunjungan LDII ke Mabes TNI dalam rangka mempererat kerja sama yang selama ini telah terbangun. “Kami bersilaturahim dan bertukar pikiran dengan LDII dan merancang kerja sama ke depan,” ujar eks Kabinda Jawa Timur itu.

Dirinya berharap, pertemuan itu menghasilkan kerja sama yang konkrit dan saling menguntungkan kedua belah pihak. “Sebetulnya ini mempererat kerja sama antara ormas dan instrumen pertahanan negara. Kami berharap kerjasama ini bisa ditindaklanjuti nantinya, dengan kegiatan-kegiatan di lapangan. Bisa dikatakan simbiosis mutualisme yakni saling menguntungkan baik bagi TNI maupun LDII,” tutupnya.

Sependapat dengan Aster Panglima TNI, Ketua Umum DPP LDII KH Chriswanto Santoso mengatakan, permasalahan bangsa menjadi tanggung jawab seluruh komponen bangsa. Untuk itu, LDII terus menjalin komunikasi dan membangun kerja sama dengan pemangku kepentingan seperti TNI.

“Komunikasi seperti ini memang menjadi suatu program dari LDII, karena pada hakikatnya tanggung jawab membangun negara ini menjadi tanggung jawab semua komponen bangsa. Akan tetapi jika itu dilakukan secara terpisah-pisah, maka tidak akan maksimal,” ujarnya.

Maka, lanjut KH Chriswanto, komunikasi seperti ini diperlukan untuk membangun sinergi, “Supaya ini menjadi sebuah gerakan bersama dalam rangka menyamakan visi dan persepsi dengan tujuan menuju Indonesia sejahtera. Maka komunikasi seperti ini sangat perlu,” sambungnya.

Ia menegaskan, LDII dan TNI telah membangun kerja sama di berbagai bidang, terutama dalam bidang bela negara dan wawasan kebangsaan. “Kami sudah bekerja sama terutama terkait dengan bela negara dan pendidikan wawasan kebangsaan serta berbagai macam. Bahkan kami pernah mengadakan program bedah rumah bersama TNI, kerja bakti bersama TNI,. Di masa pandemi kami bersama TNI, Polri dan Kementrian Kesehatan mengadakan vaksinasi covid 19 di berbagai daerah di Indonesia,” tegasnya.

Menurut KH Chriswanto, TNI memiliki otoritas untuk memfasilitasi itu, dan LDII mempunyai kapasitas SDM dan swadaya. “Nah, jika hal itu disinergikan tentu akan menjadi sesuatu yang luar biasa. Karena negara ini menjadi tanggung jawab bersama, bukan menjadi tanggung jawab TNI saja, dan ini harus kita sinergikan,” pungkas KH Chriswanto. (*)

Artikel Terkait