JAKARTA – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Pondok Labu memanfaatkan momen liburan sekolah akhir tahun dengan kegiatan edukatif. Melalui Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Baiturrahim, LDII menggelar program Asrama Liburan (Aslilah) yang berlangsung selama lima hari, mulai 23 hingga 27 Desember 2025.
Kegiatan yang dipusatkan di Masjid Baiturrahim, Jakarta Selatan ini diikuti oleh puluhan peserta yang terdiri dari anak usia dini, pra-remaja, hingga remaja setingkat SMA. Program tahunan ini dirancang khusus sebagai benteng pertahanan mental generasi muda di tengah arus informasi dan pergaulan global yang semakin kompleks.
Fokus pada Penguatan Karakter
Materi yang diberikan dalam asrama ini tidak hanya sebatas teori agama, namun juga mencakup strategi menghadapi tantangan akhir zaman. Para peserta mendapatkan pembekalan intensif mengenai bahaya pergaulan bebas, penyalahgunaan narkoba, dan minuman keras. Selain itu, ditanamkan pula materi “29 Karakter Luhur” sebagai fondasi moral peserta.
Ketua PAC LDII Pondok Labu, Hasbi Muhti, menegaskan bahwa liburan sekolah adalah momentum krusial untuk “investasi” ilmu bagi anak-anak.
“Kami ingin memastikan bahwa di masa liburan ini, anak-anak kita tidak kehilangan arah. Melalui kegiatan ini, LDII berupaya menanamkan nilai-nilai luhur agar mereka memiliki imunitas mental yang kuat. Di tengah maraknya fenomena sosial yang menyimpang, generasi muda Pondok Labu harus tampil sebagai pribadi yang cerdas, berakhlak mulia, dan tetap memegang teguh tali agama,” ujar Hasbi dalam keterangannya, Sabtu (27/12).
Hasbi menambahkan, kolaborasi antara mubaligh senior dan pengurus masjid menjadi kunci agar materi yang disampaikan dapat diterima dengan baik oleh generasi Z dan Alpha yang menjadi peserta.
Melatih Kemandirian dan Kerjasama
Selain pendalaman materi keagamaan, kegiatan ini juga didesain interaktif. Panitia menyisipkan sesi simulasi, diskusi, hingga pembagian apresiasi bagi peserta usia dini untuk memacu semangat belajar.

Uniknya, aspek kemandirian benar-benar diterapkan secara praktis. Sistem pengelolaan konsumsi diatur secara bergilir melalui piket berkelompok. Hal ini bertujuan melatih kerja sama tim dan kerukunan di antara peserta dari berbagai jenjang usia.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, LDII Pondok Labu berharap para peserta dapat kembali ke bangku sekolah dengan semangat baru, mentalitas yang lebih tangguh, serta siap menjadi generasi yang profesional religius.