Jakarta (8/11). Keputrian PPG LDII Jaksel menggelar acara make-up dan busana syar’i bertajuk “Aku Syar’i, Aku Cantik”. Acara dilaksanakan di Masjid Baitul Hasan, Lenteng Agung, Jakarta pada hari Minggu 06 November 2022.
Make-Up Artist Profesional, Herlina Vaizati mendapat kesempatan untuk mengisi materi serta pelatihan kepada para peserta remaji putri LDII yang hadir. Tidak hanya untuk mengetahui cara pemakaian kosmetik dan skincare yang baik, acara ini juga bertujuan untuk melatih kepercayaan diri para remaji putri LDII dalam menggunakan make-up sederhana dan busana syar’i sesuai dengan aturan agama. “Sebenarnya make-up ini bukan hanya soal mempoles wajah, tapi ada langkah memperbaiki atau merawat kulit dari rangkaian make-up, oleh karena itu dengan make-up ini bisa menjaga wajah tetap sehat dan cantik,” ujar Herlina.
Make-up sederhana dan busana syar’i, selain untuk menjaga penampilan juga dapat meningkatkan personal branding. Menurut Guru Putri Pondok Pesantren Nurul Aini, Ustazdah Riyanti Utami yang turut hadir dalam acara, menambahkan bahwa syar’i tidak hanya dalam berbusana, tetapi diimbangi dengan kepribadian yang baik.
“Contoh syar’i khususnya bagi wanita yg shalihah, yaitu menggunakan pakaian yang menutupi aurat atau seluruh tubuhnya, kerudungnya dipanjangkan agar menutupi leher dan dada. Untuk pakaian bagian atas minimal setengah paha hingga lutut. Selain itu, jangan memakai pakaian tipis, tembus pandang, ketat agar tidak terlihat lekuk tubuhnya. Sedangkan bagian bawah, pakaian agar menutupi mata kaki. Namun, tidak hanya memperhatikan pakaian syar’i, tetapi juga diimbangi dengan akhlak yang baik,” ujar Yanti.
Senada dengan Yanti, Herlina juga menegaskan, tidak hanya dalam berpakaian, namun dalam merias wajah juga memerhatikan syariat. “Make-up yang syar’i, yaitu yang tidak melebih-lebihkan seperti mencukur alis, menambahkan bulu mata,” imbuhnya.
Ia juga berharap, dengan acara ini para peserta remaji putri LDII dapat menerapkannya serta selalu menjaga aurat dalam kegiatan sehari-hari.
“Mudah- mudahan bagi Remaji Putri LDII yang sudah mengikuti acara, bisa menerapkan yang sudah kita kaji kedalam sehari-hari, bukan hanya sehari saja tapi setiap hari, bukan hanya saat mengikuti pengajian saja tapi saat keluar rumah. Karena kita mengharapkan perempuan- perempuan LDII bisa menjaga auratnya di luar sana dari ancaman dosa dan untuk tameng diri kita dari kejahatan di luar yang kita tidak kehendaki. Mungkin susah menerapkan penampilan bersyar’i, tapi setidaknya berproses pelan-pelan kearah yang lebih baik,” harapnya.
Acara yang berlangsung ini tidak hanya sebagai edukasi untuk generasi remaji putri, tetapi juga untuk semua perempuan LDII agar selalu beristiqomah dalam berpenampilan sesuai aturan agama. Hal tersebut tidak sekedar mengikuti trend, tetapi menjadi salah satu kepatuhan kita sebagai wanita muslimah terhadap aturan Allah dan Rasulnya. (Eva)