Semangat Kurban di Usia Belia: Kisah Inspiratif Anak-Anak LDII Duren Tiga Wujudkan Hewan Kurban Melalui Tabungan

Jakarta Selatan (7/6). Pelaksanaan Idul Adha, 6 Juni 2025, identik dengan semangat pengorbanan. Sebuah kisah inspiratif datang dari anak-anak di Duren Tiga, Jakarta. Mereka membuktikan bahwa keikhlasan untuk berkorban tidak mengenal batas usia. Sebanyak 21 anak usia Sekolah Dasar (Caberawit) dari Majelis Taklim Baabussalaam, PAC LDII Duren Tiga, dengan penuh semangat berhasil mewujudkan hewan kurban mereka sendiri, buah dari kerja keras menabung selama satu tahun.

Ini bukan sekadar program pengumpulan dana. Namun juga terkandung sebuah pelajaran hidup tentang makna pengorbanan. Dengan disiplin menyisihkan uang saku hingga terkumpul Rp200.000 per anak dalam tempo setahun, mereka belajar menahan keinginan pribadi demi tujuan yang lebih mulia. Proses ini secara langsung menanamkan semangat meneladani keteguhan dan keikhlasan Nabi Ibrahim AS dalam menjalankan perintah Allah SWT.

Rudy Kurniawan, Penanggung Jawab Caberawit (PJP) PAC LDII Duren Tiga, memandang pencapaian ini sebagai bukti nyata keberhasilan pendidikan karakter sejak dini.

“Pencapaian ini adalah cerminan dari komitmen kuat adik-adik Caberawit untuk meneladani semangat keikhlasan Nabi Ibrahim AS. Mereka tidak hanya belajar mengelola dana, tetapi yang lebih penting, mereka merasakan langsung esensi dari berkorban dan berbagi. Nilai kedermawanan dan kesalehan sosial itu telah tumbuh subur di hati mereka,” ujar Rudy.

Kisah ini menjadi contoh cemerlang bagaimana pendidikan karakter tidak hanya diajarkan lewat teori, tetapi melalui aksi nyata. Anak-anak ini tidak hanya mendengar tentang pentingnya berkurban, mereka mengalami sendiri prosesnya—dari niat, kesabaran menabung, hingga akhirnya menyaksikan hasil dari pengorbanan kolektif mereka.

Aksi nyata dari anak-anak Duren Tiga ini menjadi pengingat yang kuat bahwa semangat untuk berkorban dan peduli terhadap sesama dapat dipupuk sejak belia. Keberhasilan mereka bukan hanya tentang satu ekor hewan kurban, melainkan tentang benih kebaikan dan kepedulian yang telah mereka tanam, menjadi harapan bagi lahirnya generasi yang berjiwa sosial tinggi. (*)

Artikel Terkait